Hati – Hati, Berjejaring Sosial Dapat Merubah Perilaku Anda

Labels: ,



Pada zaman era digital seperti sekarang, semuanya bergantung kepada teknologi, salah satu hasil dari teknologi adalah internet, yang mengandung banyak situs di dalamnya termasuk situs jejaring sosial. Manusia sebagai makhluk sosial tentu sangat membutuhkan adanya media jejaring sosial ini agar memudahkan mereka untuk berinteraksi dengan mudah dan tanpa jarak yang menghalangi. Salah satu jejaring sosial tersebut adalah Facebook, Twitter, BBM, dan yang terbaru adalah Line.

 Jejaring sosial ini ternyata memberikan dampak yang besar bagi kelakuan penggunanya, entah itu dampak positif  maupun dampak yang negatif. Tergantung bagaimana kita menggunakan porsi jejaring sosial tersebut. Apakah kita menjadikan jejaring sosial sebagai kebutuhan utama, atau hanya sekedar kebutuhan pelengkap ? Dan yang paling banyak merasakan dampaknya tersebut adalah kalangan remaja.


Kita menggunakan jejaring sosial karena kita hanya berfikir bahwa jejaring sosial hanya mendatangkan dampak positif. Namun secara tidak langsung, dampak jejaring sosial tersebut telah merubah tatanan dan pola perilaku kita. Jadi, alangkah bijaknya jika kita juga mengetahui dampak negatif yang ditimbulkan dari jejaring sosial.

Pernahkah kita membandingkan antara kita yang dulu sebelum mengenal dunia jejaring sosial, dan setelah mengenal jejaring sosial ? Tentu akan terdapat banyak perbedaan yang itu semuanya sebenarnya telah menggangu mental kita. Lalu, pernahkah juga kita bertanya pada diri kita, lebih baik mana perilaku kita yang dulu dengan yang sekarang ?
Salah satu contoh perubahan sikap yang ditimbulkan dari jejaring sosial ini adalah dapat mengurangi motivasi belajar sebagai siswa. Karena pada umumnya, para pelajar yang terlena dengan keasyikan dunia maya akan melupakan tujuan utamanya seagai pelajar, dan akan menyampingkan urusan prestasinya. Mungkin diantara kita pernah ditegor atau bahkan dimarahi oleh orang tua kita karena kita terlalu asyik bermain di dunia maya.


Seseorang peneliti dunia telah membuktikan hal tersebut yang mengambil sampel sejumlah mahasiswa di sebuah Universitas. Dan hasilnya membuktikan bahwa mahasiswa yang menggunakan media jejaring sosial memiliki nilai yang rendah daripada yang tidak menggunakan jejaring sosial. Karena dengan terlalu seringnya kita menggunakan jejaring sosial di dunia maya, telah menyita porsi belajar kita di rumah, bahkan di sekolah. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa kenyataannya, siswa jaman sekarang memilih untuk tidak mendengarkan guru yang sedang menerangkan dan asyik bercengkrama dengan temannya di balik layar smartphone.

Berikut beberapa fakta yang terjadi akibat penggunaan jejaring sosial yang menimbulkan dampak negatif terhadap perilaku kita.

1.      Menjadi pribadi yang pemalas
      Bentuk malas disini bermacammacam. Mulai dari malas belajar, malas beribadah, malas untuk mengerjakan apa yang diperintahkan oleh orang tua. Tidak dapat dipungkiri bahwa kita masih saja asyik dengan gadget kita ketika adzan berkumandang. Ketika disuruh oleh orang tua, kita masih berkata, “Ah nanti dulu Ma, masih tanggung nih”.

2.   Membuat aturan sendiri terkait penggunaan bahasa
   Mungkin pengguna jejaring sosial berfikir bahwa hanya di pelajaran Bahasa Indonesia saja yang ada aturan baku dalam penulisan kalimat. Sehingga ketika berinteraksi di jejaring sosial, kerap kali mereka menggunkan bahasa yang sebenarnya susah untuk dibaca, yang kemudian kita kenal dengan bahasa alay. 

3.   Pemborosan Uang
    Untuk dapat terhubung di jejaring sosial, harus ada koneksi internet yang terhubung  ke gadget kita. Otomatis, si pengguna akan mengeluarkan uang untuk memeli paketan internet. Berapapun harga paketan internet tersebut, mereka ikhlas untuk mengeluarkannya. Bahkan mereka memilih untuk tidak membeli jajan atau makan daripada tidak bisa membeli paketan internet tersebut. Bukankah terkadang kita merasa enggan untuk memberi Rp. 500 saja kepada pengemis, tapi kenapa untuk menghabiskan uang puluhan ribu untuk kesenangan semata dalam waktu sekejap kita tidak pernah enggan ?

      4.   Mudah pamer
    Banyak diantara pengguna jejaring sosial yang kerap kali menampilkan foto foto tentang benda kepemilikannya di situs jejaring sosial. Contohnya mereka menampilkan atau megupload mobil mewah yang mereka miliki, tujuannya agar pengguna lain tahu bahwa dia anak orang kaya. Bukankah disini telah timbul sifat pamer kepada orang lain ? Ini yang sering terjadi dikalangan pengguna jejaring sosial di Indonesia.

   Namun, apakah jejaring sosial ini tidak memiliki dampak positif terhadap perilaku penggunanya ? Tentu saja banyak hal positif yang dapat kita peroleh, diantaranya adalah kita dapat menjadi mahir atau terampil di bidang media sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini, dan bisa jadi ini akan menjadi sumber penghasilan tersendiri bagi  kehidupan kita. Kemudian kita dapat memperoleh informasi atau berita dengan cepat dari berbagai belahan dunia sekalipun. Sehingga kita akan menjadi orang terupdate bukan kudet (kurang update). Selain itu, kita juga bisa menggunakan media jejaring sosial sebagai sarana mempromosikan usaha atau dagangan kita. Yang seperti ini biasa kita kenal dengan istilah bisnis online.


Intinya, jejaring sosial memang tidak bisa kita hindari di era digital dan serba teknologi ini, namun kita bisa untuk menghindari dampak negatif yang ditimulkannya. Salah satu usaha tersebut adalah dengan bisa mengatur waktu untuk penggunaannya. Kita harus berfikir kritis bahwa tujuan diciptakan jejaring sosial bukanlah untuk dijadikan kebutuhan pokok kita, melainkan untuk dijadikan sebagai sarana informasi dan komunikasi yang sangat memantu kehidupan kita. Berifikir cerdas, itulah ciri anak bangsa yang dapat memaksimalkan penggunaan teknologi di era digital.

8 comments:

  1. Smansaba mengatakan...:

    Kasih tau ke temenmu gan untuk baca artikel ini biar temenmu tidak hanya aktif di dunia maya, tetapi juga aktif di dunia nyata. Terimakasih gan :)

  1. Unknown mengatakan...:

    Artikelnya bagus, aku paling suka bagian akhirnya "tujuan diciptakan jejaring sosial bukanlah untuk dijadikan kebutuhan pokok kita" harus kalangan remaja sadar akan hal itu hehe

  1. Smansaba mengatakan...:

    Biar semuanya sadar, baiknya disebar luaskan informasi ini. Terimakasih kunjungannya gan :)

  1. Devi Purnama Ariyanti mengatakan...:

    Like this very much! Terlalu sering online emang ngebuat kita lupa kalo kita hidup di dunia nyata.

  1. Smansaba mengatakan...:

    Devi : Porsikan dengan baik antara antara berada di dunia maya dan dunia nyata. Agar tidak terlena di dunia maya. Terimakasih :)

    Geeks : Terimakasih :)

  1. Desi mengatakan...:

    ty infonya. :D

  1. Indah Asry mengatakan...:

    Setuju sama artikel ini. Hapeku prnah disita orang tua gara2 keseringan twitteran hehee

Posting Komentar