Mungkin
kita semua sadar, bahwa disekeliling kita saat ini sedang dipenuhi dengan dunia
gadget dan internet. Semua ini merupakan salah satu dampak dari berkembangnya
era digital di kehidupan kita. Keberadaan antara internet dan gadget tidak
dapat dipisahkan lagi dengan kehidupan manusia. Lebih baik tidak makan sehari daripada harus tanpa internet. Hidup
tanpa gadget bagaikan bumi yang tanpa oksigen, sengsara dan akhirnya akan mati.
Seolah kini manusia
menjalin hubungan saling menguntunkan (mutualisme) dengan gadget. Kemanapun
manusia pergi, genggaman tangannya tak dapat dipisahkan dari smartphone. Banyak
hal yang mereka kerjakan dengan smartphone dan akses internetnya. Mulai dari
membaca berita online, bersosial media, sampai berbisnis online. Internet dan
gadget dapat menjadikan dunia seolah olah ada dalam genggaman lima jari.
Menjadikan jarak yang begitu jauh terasa dekat, dan dapat mengetahui informasi
dari belahan dunia dalam waktu kedipan mata.
Dulu, kita bersosialisasi
dengan manusia hanya bisa dilakukan dengan bertemu langsung, tentunya akan terbatas
dengan jarak dan waktu. Namun, saat ini dunia gadget telah menyediakan layanan bersosialisasi
dengan mudah dan tanpa halangan waktu maupun jarak. Salah satunya adalah dengan
adanya BBM, facebook, line, we chat, twitter, dll. Dan dari sinilah terbukti bahwa
gadget telah merubah tatanan budaya manusia.
Dari berbagai fitur
gadget tersebutlah yang membuat manusia tergiur untuk mewajibkan dirinya memiliki
gadget yang salah satunya adalah smartphone. Tentu ini membuat manusia
ketergantungan terhadap gadget, begitu juga sebenarnya gadget sangat membutuhkan
manusia, karena tanpa manusia mungkin gadget tidak pernah mengalami prouksi,
sehingga dikatakan hubungan mereka adalah simbiosis mutualisme. Manfaat lain
hadirnya gadget dan internet di era digital ini adalah mereka dapat berinterkasi
dengan orang orang di seluruh belahan dunia dengan waktu yang sangat cepat.
Namun sangat
disayangkan, bahwa kebanyakan orang orang menggunkan gadget bukan pada
fungsinya, melainkan hanya menjadikan sebagai ajang pamer untuk menunjang
hidupnya di zaman modern ini. Hanya menggunakan gadget sebagai eksistensinya
kepada orang lain. Dan akibatnya adalah mereka menggantikan gadget sebagai kebutuhan
primer, bukan lagi tersier.
Yang perlu diketahui
adalah, gadget diciptakan bukan untuk mengendalikan hidup manusia, melainkan
membantu segala urusan manusia agar lebih mudah. Jangan sampai kita diperbudak
oleh gadget dan selalu bergantung terhadap keberadannya. Alangkah bijaknya kita
menggunakan fungsi gadget sebagaimana mestinya, agar hubungan simbiosis
mutualisme ini terjalin dengan benar dan tidak ada yang dirugikan diantaranya.
Agar benar menjadikan
manusia dan gadget sebagai simbiosis mutualisme, kita seagai pengguna harus
dapat mengontrol penggunaannya. Dan jangan menjadikan penggunaan gadget sebagai
kebutuhan primer. Jadilah pengguna gadget yang bijak, yakni dapat mengatur
porsi kapan dan dimana kita menggunakannya.




Keren-keren (y)